Hari ini
tanggal 28 oktober 2014 mengingatkan kembali kepada kita semua sebuah peristiwa
yang terjadi 86 tahun tahun silam dimana terjadi sebuah sumpah bersama yang
dilakukan seluruh pemuda anak negeri ini yang kemudian sekarang kita kenal
dengan sumpah pemuda.
Kita tentu sangat ingat isi sumpah pemuda tersebut. SUMPAH
PEMUDA, yang diikrarkan para pemuda yang tergabung dalam berbagai ‘joung’ pada 28
Oktober 1928 ikut menandai sejarah perjalanan bangsa ini.
Semangat baru ini dikobarkan para pemuda di tengah masa
penjajahan. Tujuannya satu, mencapai cita-cita kemerdekaan. Sumpah Pemuda,
Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah “benang
merah” sejarah
perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.
Aneka peristiwa mewarnai pejuangan tiga tonggak sejarah itu.
Antara periode tersebut selalu ditandai dengan semangat perjuangan dengan
mendepankan persatuan, kesatuan dan tujuan kemerdekaan.
Pada saat itu, orang berbicara tentang pentingnya kesatuan,
karena melihat kondisi kehidupan masyarakat terpecah-pecah oleh kolonialisme
Belanda. Saat dicetuskan, Sumpah Pemuda didasari keinginan memiliki satu
bangsa, satu bahasa dan tanah air.
Sumpah Pemuda telah memberikan semangat dan motivasi baru bagi bangsa ini
untuk memperjuangkan nasib dan eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang berdaulat.
Untuk memberikan makna yang lebih dalam akan arti penting sebuah momentum
sejarah, bangsa ini perlu merekonstruksi dan mereaktualisasikan nilai-nilai
yang terkandung didalamnya. Sebagai
bagian dari proses sejarah, jiwa, dan semangat Sumpah Pemuda perlu
diaktualisasikan agar tetap relevan ditengah perubahan zaman. Reaktualisasi
jiwa dan semangat Hari
Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai upaya serius dalam menjaga integritas,
karakter bangsa, dan semangat nasionalisme ditengah berbagai persoalan yang
melanda bangsa ini, baik yang datang dari dalam negeri maupun sebagai akibat
dari interaksi global.
Reaktualisasi jiwa dan semangat Sumpah Pemuda dimaknai sebagai
upaya untuk menjaga integritas dan jati diri bangsa ditengah interaksi global.
Globalisasi sebagai bagian dari perkembangan peradaban umat manusia merupakan
fenomena yang tidak bisa ditampik, kehadirannya merupakan realitas sejarah yang
harus diterima. Interaksi global akan sangat berpengaruh pada upaya membangun
kembali jati diri bangsa. Oleh karenanya eksistensi bangsa ini dimasa depan
akan sangat ditentukan oleh seberapa jauh bangsa ini mampu berdiri sama tegak
dengan negara-negara lain dalam dinamika kehidupan internasional. Dalam kaitan
ini upaya untuk membangun kembali jati diri bangsa haruslah didasarkan pada
kemampuan nasional untuk membangun kompetensi bangsa sehingga mampu bersaing di
era global. Kompetensi dan daya saing merupakan bagian integral dari karakter bangsa yang harus terus diperkokoh.
Bangsa Indonesia perlu menandaskan bahwa karakter bangsa merupakan elemen yang perlu
diperkokoh, melalui penguatan kualitas pemuda Indonesia dengan ciri-ciri
memiliki jati diri, memiliki wawasan dan jiwa nasionalis-religius yang kuat,
berjiwa patirotik, dan berkehidupan mandiri yang senantiasa berpegang teguh
pada komitmen untuk tetap
bersatu dan berdaulat dibawah naungan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, diperkuat dengan kuatnya kesadaran dan semangat membangun
peradaban bangsa yang unggul.
Merujuk
dari pernyataan di atas, SMP Negeri 1 Sebatik Utara Sebagai salah satu Gerbong
pencetak generasi muda akan berusaha semaksimal mungkin melahirkan generasi
muda yang kelak akan menjadi Pemuda yang senantiasa menjaga integritas,
karakter bangsa, dan semangat nasionalisme ditengah berbagai persoalan yang
melanda bangsa ini.
Jayalah
PEMUDA INDONESIA
Maju
terus PEMUDA INDONESIA
No comments:
Post a Comment